MATEMATIKA TIDAK SULIT TAPI MENANTANG


MATEMATIKA TIDAK SULIT TAPI MENANTANG
Oleh :Yayat Nuryati, S.Pd

A. Memberi Kesan matematika tidak sulit
Arti “kesan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Depdikbud, 2002) antara lain adalah apa, yang terasa (terpikir) sesudah melihat /mendengar sesuatu. Jadi yang dimaksud memberi Kesan matematika tidak sulit dalam hal ini adalah memberi image pada anak, sehingga sesudah melihat / mendengar atau menghadapi masalah (soal) matematika, mereka merasa atau menganggap bahwa matematika tidak sulit, anak menjadi tidak takut pada matematika, Serta berani belajar atau menyelesaikan masalah matematika (sendiri), tanpa tergantung pada pertolongan orang lain. Hal ini memotivasi anak menjadi senang pada pembelajaran matematika.

Ada bermacam-macam cara yang dapat dilakukan oleh guru agar anak menganggap matematika tidak sulit antara lain :
1.
Memastikan kesiapan anak untuk belajar matematika
Kesiapan ini berhubungan erat dengan kematangan intelektual anak untuk mempelajari topik matematika tertentu. Kesiapan harus.diperhatikan dalam belajar, karena tanpa kesiapan yang sungguh-sungguh anak tidak akan dapat belajar dengan maksimal, sehingga hasil belajarnya tidak oftimal. Untuk memastikan kesiapan anak didik belajar matematika dapat dilakukan guru dengan cara:
a.
Memastikan kesiapan intelektual anak untuk mempelajari konsep baru dalam matematika.
Kesiapan intelektual anak adalah anak telah memahami konsep kekekalan tertentu yang sesuai dengan perkembangan intelektual anak untuk belajar materi matematika tertentu.
b.
Mempersiapkan penguasaan materi prasyarat anak untuk belajar materi baru
Penguasaan materi prasyarat anak dapat dicek guru pada saat apersepsi atau saat mencocokan PR yang telah dikerjakan anak. Jika materi prasyarat belum dikuasai anak jangan sekali-kali memaksanya untuk mempelajari topik baru.
c.
Membiasakan anak untuk slap belajar matematika di rumah
Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong anak untuk mengerjakan PR, dan memberi tugas kepada anak untuk membaca materi matematika yang akan dipelajari di rumah terlebih dahulu sebelum membahasnya di kelas.


2. Pemakaian media belajar yang mempermudah pemahaman anak
Pemilihan media belajar , teristimewa alat peraga matematika, dapat memudahkan anak untuk belajar jika tepat.Tetapi jika kurang tepat dapat membingungkan anak atau mungkin dapat menimbulkan salah konsep pads anak.

3. Permasalahan yang diberikan merupakan permasalahan dalam kehidupan anak sehari-hari
Permasalahan yang diangkat dari kehidupan anak lebih mudah dipahami oleh anak, karena nyata, terjangkatj oleh imajinasinya, clan dapat dibayangkan, sehingga lebih mudah baginya untuk mencari kemungkinan bisa diselesaikan dengan menggunakan kemampuan matematik yang telah dimilikinya.

4. Tingkat kesulitan masalah sesuai dengan kemampuan anak
Masalah yang diberikan pads anak sedapat mungkin sesuai dengan tingkat kemampuan anak, atau lebih sedikit di atas tingkat kemampuan anak bagi anak yang senang menghadapi tantangan.

5. Peningkatan kesulitan masalah sedikit demi sedikit.
Untuk menumbuhkan keberanian anak belajar matematika, masalah yang diberikan sebaiknya dimulai yang mudah, kemudian meningkatkan kesulitanya sedikit demi sedikit. Jika anak dapat menyelesaikan masalah yang pertama yang dihadapi,dia akan bersemangat dan mencoba menyelesaikan masalah yang kedua, demikian selanjutnya.

6. Memberikan kebebasan kepada anak untuk menyelesaikan masalah menurut caranya, atau sesuai dengan kemampuanya.
Pengalaman clan kemampuan matematis setiap anak untuk menyelesaikan masalah berbeda-beda. Oleh karena itu cara mereka mencari penyelesaian dari suatu masalah jugs berbeda-beds pula, sesuai dengan pengalaman clan kemampuanya. Dalam hal ini guru harus bijaksana dalam memeriksa clan menilai pekerjaan anak didiknya.

7. Menghilangkan rasa takut anak untuk belajar matematika
Beberapa cara dapat dilakukan guru dalam menghilangkan rasa takut anak untuk belajar matematika, antara lain dengan bersikap ramah, memberi bingbingan clan tuntunan dengan sabar pads setiap anak didik, memberi motivasi clan dorongan kepada anak untuk berani mencoba memecahkan masalah matematika atau melakukan kegiatan penemukan suatu rumus atau sifat, menanyakan gagasan anak dan lain sebagainya.

 

B. Memberi Kesan Matematika Menantang
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Depdikbud, 2002) ” menantang” berarti mengajak berkelahi, mengajak bertanding, menghadapi lawan. Sedangkan “tantangan” berarti hal (objek) yang mengugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah, rangsangan untuk bekerja lebih giat.

Dengan demikian yang dimaksud matematika menantang adalah matematika merupakan tantangan bagi anak, artinya matematika merangsang anak untuk belajar lebih gist dalam meningkatkan kemampuan mengatasi masalah. Atau matematika menantang anak agar menyelesaikan masalah matematika yang dihadapi.

Beberapa cara dapat dilakukan guru untuk merangsang anak didik untuk senang belajar matematika . Misalnya memberikan kegiatan untuk mempelajari topik-topik barn dengan pendekatan permainan, memberikan masalah teka-teki, memberikan tantangan kepada anak untuk menyelesaikan suatu masalah dengan disediakan hadiah bagi yang dapat, memberikan masalah kontekstual yang menarik minat anak, menunjukan kebutuhan anak untuk belajar matematika, dan memberikan motivasi.

Sumber rujukan dari Belajar Matematika Menyenangkan . Karangan Pitajeng, 2006

Tentang sobaria

hidup adalah perjuangan
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke MATEMATIKA TIDAK SULIT TAPI MENANTANG

  1. karyo berkata:

    Thanks ……….. atas informasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s