selamat datang program induksi pemula


Program Induksi Bagi Guru Pemula

Sebagaimana yang diamanatkan oleh Permendiknas no 27 tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. Program ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan guru profesional sejak dia mulai bertugas dengan melakukan pembimbingan oleh guru senior yang ditunjuk, kepala sekolah dan pengawasnya.
Dalam Permenpan RB no 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya disebutkan bahwa salah satu syarat untuk pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional guru harus memiliki kinerja yang baik yang dinilai dalam masa program induksi. Atau jelasnya untuk syarat cpns guru menjadi pns, selain lulus dalam diklat prajabatan yang dilaksanakan oleh BKD Diklat, dia juga harus lulus dalam program Induksi dengan minimal nilai Baik yang ditunjukkan dengan Sertifikat Induksi yang dikeluarkan oleh Dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota. Apabila sebelumnya cpns guru cukup dengan diklat prajabatan untuk mengajukan penegrian, maka kelak dia harus melampirkan juga bukti telah melakukan program Induksi ini, yang diselenggarakan selama 1 tahun dan bisa diperpanjang 1 tahun berikutnya, apabila nilai yang diperoleh hanya cukup atau di bawahnya.

Apa program Induksi bagi guru pemula itu?
Berikut ini saya tuliskan dari hasil sosialisasi program induksi guru pemula yang dilaksanakan oleh BKD Kabupaten sumedang pada tanggal 11 Januari 2011, untuk wilayah kecamatan Cimalaka.

  • Sistem induksi merupakan suatu sistem yang memberi kesempatan kepada guru pemula untuk dapat memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai guru dengan bimbingan dari seorang mentor. Selama masa induksi ini guru bersama mentor melakukan diskusi dan perbaikan terhadap rencana-rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh guru pemula.
  • Pada akhir masa induksi ini guru pemula akan dinilai kinerjanya oleh kepala sekolah dan pengawas untuk menentukan kelayakan guru pemula tersebut. Hasil penilaian ini akan mempengaruhi karir guru pemula tersebut.
  • Konsep induksi sebagai sebuah sistem perlu mendapatkan pemikiran yang luas dari stakeholder pendidikan agar pada implementasinya dapat berjalan dengan baik. Hadirnya kebijakan yang menaungi sistem ini diharapkan dapat menjadi pegangan dalam pelaksanaan induksi. Selain kebijakan perlu pula dukungan modul agar memudahkan guru pemula, kepala sekolah, pengawas sekolah, guru mentor, dan pihak lainnya memahami konsep induksi serta penilaiannya secara komprehensif.
  • Direktorat Tenaga Kependidikan merupakan salah satu satuan kerja pada BERMUTU Project pada Ditjen PMPTK. Salah satu kegiatan yang diusung adalah pengembangan sistem induksi dan penilaian kinerja bagi guru pemula. Kegiatan ini merupakan bagian dari komponen 2.4 yang tercantum dalam Project Operational Manual (POM) BERMUTU.
  • Berdasarkan tugas itulah kemudian disusun perencanaan untuk memulai mengembangkan sistem induksi dan penilaian kinerja guru pemula. Sebagai langkah strategis adalah mendatangkan konsultan internasional untuk induksi. Hal ini dilakukan karena Indonesia belum memiliki pengalaman mengenai konsep dan implementasi sistem induksi. Indonesia adalah negara yang belum memiliki sistem induksi guru di kawasan Asia-Pasifik. Konsultan ini menyusun naskah akademik yang menjadi dasar bagi pengembangan sistem induksi ini.
  • Kegiatan pengembangan sistem induksi dan penilaian kinerja bagi guru pemula ini ditekankan pada dua hal, yaitu penyusunan kebijakan sistem induksi dan penilaian kinerja guru pemula serta penyusunan manual/modul induksi dan penilaian kinerja guru pemula. Dengan naskah akademik dan kertas kerja yang dimiliki selanjutnya perlu diperkaya dengan adanya berbagai masukan, ide, serta saran untuk mendudukkan konsep induksi ini ke dalam khasanah ke-Indonesia-an. Karena perlu disadari bahwa apa yang disajikan oleh konsultan baik dari naskah akademik dan kertas kerja yang dibuat belum seluruhnya mencerminkan pola pikir, budaya, dan sistem pendidikan di Indonesia.
  • Saat ini, melalui usaha marathon, Direktorat Tenaga Kependidikan telah melahirkan sebuah rancangan awal kebijakan, petunjuk teknis, dan panduan kerja penilaian kerja guru pemula. Melalui kebijakan akan dihasilkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) sehingga akan memayungi daerah untuk melaksanakan program tersebut. Melalui petunjuk teknis maka akan diperjelas bagaimana mengejawantahkan permendiknas tersebut. Dan melalui panduan kerja program induksi ini akan semakin lengkap dan sempurna dalam pengejawantahannya.
  • Dapat disimpulkan bahwa program ini sebenarnya ingin menempatkan kembali tanggung jawab guru senior, kepala sekolah, pengawas sekolah, bahkan kalangan birokrat pendidikan dalam membina guru pemula. Guru pemula harus segera mendapatkan perlakukan khusus dalam perjalanan pengabdiannya. Selama ini banyak terjadi dimana guru senior merasa mendapatkan waktu istirahat dan bebas tanggung jawab mengajar ketika datang guru pemula.
  • Memang, seandainya guru pemula tidak mendapatkan bimbingan, guru pemula akan tetap menemukan keprofesionalannya. Tapi mungkin akan menemukan waktu yang panjang sekali. Sangat berbeda jika ia diberikan bimbingan. Jadi, meminjam istilah ilmu kimia, program ini adalah sebuah katalisator untuk mempercepat proses pematangan profesi guru pemula sehingga siap untuk memberikan pengabdian terbaiknya. Oleh karena itu, ada baiknya kita ucapkan: “Selamat Datang Program Induksi Guru Pemula

Bersambuuuung………………………………………………………..

Tentang sobaria

hidup adalah perjuangan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

6 Balasan ke selamat datang program induksi pemula

  1. Endan Rohmat berkata:

    Suatu program yang bagus karena dapat memberikan pengalaman yang nyata bagi guru pemula, nah apakah program ini berlaku bagi guru pemula saja? Bagaimana kalau guru manula perlu diinduksi ?

  2. SOBARI berkata:

    pa ndan nuhun ah,, guru manula nu kedah ngainduksi ( meregenerasikan keprofesionalannya ) tangtos kedah langkung parigel, nya?

  3. Alfa La Ode berkata:

    Program ini belum bisa dilaksanakan di daerah, masih perlu disosialisasikan karena pejabat di daerah belum pernah menyinggung tentang program induksi ini mungkin mereka belum membaca aturannya (permendiknas PIGP) atau mereka tidak mau mengurangi anggaran pemda untuk kegiatan ini. Sebaiknya Kemendiknas membuat surat edaran untuk para bupati dan kepala dinas pendidikan kab/kota agar mereka dapat memfasilitasi, baik fasilitas kebijakan pemda maupun anggaran agar Pengawas (KKPS) karena program PIGP adalah bagian dari tugas dan tanggunjawab pengawas sekolah, sehingga harapan untuk mewujudkan guru profesional dapat tercapai. Bahkan bukan guru pemula saja yang perlu diinduksi tetapi guru-guru yang hampir manula banyak yang sangat perlu diinduksi.

  4. Hendrik GuLa berkata:

    Apa saja yang harus dibuat/disusun oleh GULA (Guru Pemula) itu sendiri untuk bahan penilaian/lampiran portofolionya?
    Apakah ada format-format khusus yang harus diisi oleh Guru Pemula? Jika ada, tolong share. Terima kasih…

    • SALINAN

      LAMPIRAN PERMENDIKNAS RI NOM0R 27 TAHUN 2010 TANGGAL 27 OKTOBER 2010

      PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA

      Program induksi dapat dilaksanakan dalam beberapa model. Pihak sekolah menggunakan Panduan Kerja yang disediakan Direktorat Jenderal untuk memandu guru pemula dalam melaksanakan program induksi. Berikut ini diberikan salah satu model pelaksanaan program induksi melalui tahapan-tahapan :

      A. Persiapan

      Sekolah/madrasah yang akan melaksanakan program induksi bagi guru pemula perlu melakukan hal-hal berikut :

      Analisa kebutuhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain : ciri khas sekolah/madrasah, latar belakang pendidikan pendidikan dan pengalaman guru pemula, ketersediaan pembimbimng yang memenuhi syarat, penyediaan buku pedoman, dan keberadaan organisasi profesi yang terkait.
      Pelatihan program induksi bagi guru pemula yang diikuti oleh kepala sekolah/madrasah dan calon pembimbing dengan pelatih seorang pengawas yang telah mengikuti program pelatihan bagi pelatih program induksi.
      Penyiapan buku pedoman bagi guru pemula yang memuat kebijakan sekolah/madrasah, prosedur kegiatan sekolah/madrasah. Format administrasi pembelajaran/pembimbingan, dan informasi lain yang dapat membantu guru pemula belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah/madrasah.
      Penunjukan seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

      B. Pengenalan Sekolah/Madrasah dan lingkungannya.

      Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas. Pada bulan pertama ini, dilakukan hal-hal sebagai berikut :

      Pembimbing:

      a. memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula;

      b. memperkenalkan guru pemula kepada siswa;

      c. melakukan pembimbingan dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran dan tugas terkait lainnya.

      Guru Pemula:

      a. mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya, termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi;

      b. mempelajari buku pedoman dan panduan kerja bagi guru pemula, data-data sekolah/madrasah, tata tertib sekolah/madrasah dan kode etik guru;

      c. mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah;

      d. mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)

      C. Pelaksanaan Bimbingan

      Pelaksanaan bimbingan dilakukan pada bulan kedua sebagai berikut :

      guru pemula bersama pembimbing menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan minggu-minggu pertama.
      guru pemula bersama pembimbing menyusun rencana pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk tahun pertama masa induksi.

      Bimbingan yang diberikan kepada guru pemula meliputi proses pembelajaran dan pelaksanaan tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru, seperti pembina ekstra kurikuler.

      Bimbingan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara :

      memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru;
      memberi arahan tentang perencanaan pembelajaran/pembimbingan, pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasil belajar/bimbingan siswa’
      memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran.

      Bimbingan pelaksanaan tugas lain dilakukan dengan cara :

      melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiatan di sekolah;
      memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan.

      Selanjutnya guru pemula melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dengan diobservasi oleh pembimbing sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap bulan pada masa pelaksanaan program induksi dan bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan.

      D. Penilaian

      1. Metode Penilaian

      Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja berdasarkan kompetensi guru, kompentensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut dapat dinilai melalui observasi pembelajaran dan observasi pelaksanaan tugas lain. Observasi pembelajaran dan pembimbingan ini diawali dengan pertemuan praobservasi yang dilaksanakan untuk menentukan fokus sub-kompetensi guru yang akan diobservasi (minimal 5 sub-kompetensi), kemudian pelaksanaan observasi yang dilakukan terhadap fokus sub-kompetensi yang telah disepakati, dan diakhiri pertemuan pascaobservasi untuk membahas hasil observasi dan memberikan umpan balik berdasarkan fokus sub-kompetensi yang telah disepakati bersama, berupa ulasan tentang hal-hal yang sudah baik dan hal yang perlu dikembangkan.

      Hasil penilaian setiap sub-kompetensi dicantumkan dengan memberikan tanda cek (√) dan deskripsinya berdasarkan observasi. Deskripsi hasil penilaian menjadi masukan atau umpan balik untuk perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan berikutnya.

      Penilaian dilakukan dengan 2 (dua) tahap, yaitu :

      1. Tahap pertama, penilaian dilakukan oleh pembimbing pada bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran dan pembimbingan dan tugas lainnya.

      2. Tahap kedua, penilaian dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang bertujuan untuk menentukan nilai kinerja guru pemula.

      Setiap hasil penilaian tahap pertama dan kedua memuat penjelasan mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula yang dapat menjadi bahan masukan bagi perbaikan guru pemula untuk memperoleh nilai kinerja baik.

      Tabel : Komponen Penilaian Kinerja Guru Pemula

      petensi

      1.Kompetensi Pedaogis
      1.1.Memahami latar belakang siswa
      1.2.Memahami teori belajar
      1.3.Pengembangan kurikulum
      1.4.Aktivitas pengembangan pendidikan
      1.5.Peningkatan potensi siwa
      1.6.Komunikasi dengan siswa
      1.7.Assessmen & evaluasi

      2.Kompetensi Kepribadian
      2.1.Berprilaku sesuai dengan norma kebiasaan, dan hukum di Indonesia
      2.2.Kepribadian matang dan stabil
      2.3.Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggaan menjadi guru
      3.Kompetensi sosial
      3.1.Berprilaku inklusif, objektif, dan tidak pilih kasih
      3.2.Komunikasi dengan guru, pengawas sekolah, orang tua, dan masyarakat
      4.Kompetensi profesional
      4.1.Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur, isi dan standar kompetensi mata pelajaran dan tahap-tahap pengajaran
      4.2.Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri.

      Lembar Penilaian dan Kriteria Penilaian.
      Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian kinerja bagi guru. Skor hasil penilaian selanjutnya dikonversi ke rentang 0 – 100, sebagai berikut :
      Skor yang diperoleh
      ———————— x 100 = ……….(Skor Akhir)
      Total Skor

      Hasil skor akhir selanjutnya dimasukkan dalam kriteria sebagai berikut :

      91 – 100 = Amat Baik

      76 – 90 = Baik

      61 – 75 = Cukup

      51 – 60 = Sedang

      < 50 = Kurang

      2. Proses Penilaian Tahap Pertama

      Penilaian tahap pertama dilaksanakan pada bulan kedua sampai dengan kesembilan berupa penilaian kinerja guru melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan, ulasan, dan masukan oleh guru pembimbing. Penilaian tahap pertama merupakan penilaian proses (assessment for learning) sebagai bentuk pembimbingan guru pemula dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan, melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan, menilai hasil pembelajaran dan pembimbingan, dan melaksanakan tugas tambahan.

      Penilaian tahap ini dilakukan oleh pembimbing melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan dan observasi kegiatan yang menjadi beban kerja guru pemula, dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan selama masa penilaian tahap pertama. Tujuan penilaian tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu dikembangkan, memberikan umpan balik secara reguler, dan memberikan saran perbaikan dengan melakukan diskusi secara terbuka tentang semua aspek mengajar dengan suatu fokus spesifik yang perlu untuk dikembangkan. Pembimbing dapat memberikan contoh proses pembelajaran dan pembimbingan yang baik di kelasnya atau di kelas yang diajar oleh guru lain.

      Proses observasi pembelajaran dan pembimbingan memiliki tahapan sebagai berikut :

      1. Praobservasi

      Guru pemula dan pembimbing mendiskusikan, menentukan, dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh guru pemula. Lima sub-kompetensi yang menjadi objek dalam fokus observasi dapat dilakukan secara berbeda pada setiap pelaksanaan observasi yang didasarkan pada hasil observasi sebelumnya.

      2. Pelaksanan Observasi
      Pembimbing mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan.
      3. Pascaobservasi
      Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah :
      Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran dan pembimbingan setelah selesai pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan.
      Pembimbing dan guru pemula mendiskusikan proses pembelajaran dan pengembangan yang telah dilaksanakan.
      Pembimbing memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula yang telah ditandatangani oleh guru pemula, pembimbing dan kepala sekolah/madrasah untuk diarsipkan sebagai dokumen portofolio penilaian proses (assessment for learning).

      Penilaian tahap pertama ini dilakukan selama pelaksanaan kegiatan pokok proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. Selama berlangsungnya penilaian tahap pertama kepala sekolah/madrasah memantau pelaksanaan bimbingan dan penilaian tahap pertama terhadap guru pemula. Dalam penilaian tahap pertama ini pengawas melakukan pemantauan, pembinaan, dan pemberian dukungan dalam pelaksanaan bimbingan dan penilaian guru pemula.

      3. Proses Penilaian Tahap Kedua

      Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan, ulasan, dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas, yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (assessment learning) yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya.

      Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) kali. Observasi pembelajaran/pembimbingan dalam penilaian tahap kedua oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas disarankan untuk tidak dilakukan secara bersamaan, dengan pertimbangan agar tidak mengganggu proses pembelajaran dan pembimbingan. Apabila kepala sekolah/madrasah dan pengawas menemykan adanya kelemahan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula, maka kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas wajib memberukan umpan balik dan saran perbaikan kepada guru pemula. Langkah observasi pembelajaran/pembimbingan yang dilakukan kepala sekolah dan pengawas dalah tahap kedua adalah sebagai berikut :

      1. Praobservasi

      Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula menentukan dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dan keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula.

      2. Pelaksanaan Observasi.

      Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif dengan memberikan nilai pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan.

      3. Pascaobservasi.

      Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah :

      a. Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran/pembimbingan setelah pembelajaran/pembimbingan dilaksanakan.

      b. Kepala sekolah/madrasah, pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula mendiskusikan hasil penilaian pada setiap tahap pembelajaran/pembimbingan.

      c. Kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah memberikan masukan kepada guru pemula setelah observasi selesai.

      d. Guru pemula dan kepala sekolah/madrasah atau pengawas sekolah/madrasah menandatangani lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan. Kepala sekolah memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula.

      Hasil penilaian kinerja guru pemula pada akhir program induksi ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pembimbing, kepala sekolah/madrasah dan pengawas dengan mengacu pada prinsip profesional, jujur, adil, terbuka, akuntabel, dan demokratis. Peserta program induksi dinyatakan berhasil, jika semua sub-kompetensi pada penilaian tahap kedua paling kurang memiliki nilai baik.

      E. Pelaporan

      Penyusunan laporan dilaksanakan pada bukan kesebelas setelah penilaian tahap kedua, dengan prosedur sebagai berikut :

      Penentuan keputusan pada Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula berdasarkan pengkajian penilaian tahap kedua dengan mempertimbangkan penilaian tahap pertama, yang selanjutnya guru pemula dinyatakan memiliki nilai kinerja dengan kategori amat baik, baik, cukup, sedang dan kurang.

      – amat baik, jika skor penilaian antara 91 – 100;

      – baik, jika skor penilaian antara 76-90;

      – cukup, jika skor penilaian antara 61-75;

      – sedang, jika skor penilaian antara 51-60;

      – kurang, jika skor penilaian kurang dari 50;

      2. Penyusunan draft Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan pembahasan dengan pembimbing dan pengawas sekolah/madrasah.

      3. Penandatanganan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan pembahasan dengan pembimbing dan pengawas sekolah/madrasah.

      4. Pengajuan penerbitan sertifikat program induksi dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah yang disampaikan kepada kepala dinas pendidikan atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota bagi guru pemula yang telah memiliki Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dengan nilai baik. Sertifikat tersebut menyatakan bahwa peserta program induksi telah berhasil menyelesaikan program induksi dengan niali baik.

      Isi laporan hasil pelaksanaan program induksi meliputi :

      Data sekolah/madrasah;
      Waktu pelaksanaan program induksi;
      Data guru pemula peserta program induksi;
      Deskripsi pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing;
      Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap pertama;
      Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap kedua;
      Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula yang menyatakan kategori nilai kinerja guru pemula (amat baik, baik, cukup, sedang dan kurang) ditandatangani kepala sekolah/madrasah;
      Pengawas sekolah ikut menandatangani Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula.

      Penyampaian laporan hasil pelaksanaan program induksi :

      Laporan hasil pelaksanaan program induksi bagi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup pemerintah daerah disampaikan oleh kepala sekolah kepada kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya, untuk diteruskan ke badan kepegawaian daerah.
      Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup Kementeraian Agama disampaikan oleh kepala madrasah kepada kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangannya.
      Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus bukan PNS disampaikan oleh Kepala sekolah/madrasah kepada penyelenggara pendidikan dan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s